Isnin, 11 Disember 2017

Pelihara Hati jagan ada penyakit


Nabi Muhammad s.a.w bersabda,
"Sesungguhnya dalam diri manusia itu ada seketul daging. Jika daging itu baik, maka baiklah seluruh anggota badannya tetapi seandainya daging itu rosak dan kotor, maka kotor dan rosaklah seluruh anggota badannya. Daging yang dimaksudkan ini adalah hati."
(Riwayat Bukhari dan Muslim daripada Nu'man bin Basyir)

Hati yang berpenyakit cintakan dunia, memiliki beberapa tanda yang dapat diketahui dengannya, di antaranya adalah,

-Tidak mengenal Allah, 
-Tidak mencintai Allah, 
-Tidak merindukan perjumpaan dengan Allah, 
-Tidak mahu kembali ke jalan kebenaran, 
-Lebih suka menuruti Hawa Nafsu
-Melewatkan solat serta tidak kisah waktu solat jika terlepas
-Tidak reti membaca Al-Quran

Ia lebih suka mendahulukan kepentingan peribadi dan syahwatnya daripada taat dan cinta kepada Allah Ta’ala.

Allah SWT,  berfirman Yang Bermaksud:
Sudahkan engkau (Muhammad) melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya?” (Q.S. Al-Furqan: 43)

Seperti ungkapan pepatah, “Luka tidak terasa sakit bagi orang mati.” Hati yang sihat pasti merasa sakit dan terseksa dengan perbuatan maksiat. Hal itulah yang membuatnya tergerak untuk kembali bertaubat kepada Rabb-nya. Allah SWT, berfirman Yang Bermaksud,

“Sesungguhnya orang-orang bertaqwa apabila mereka dibayang-bayangi fikiran jahat (berbuat dosa) dari syaitan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).” (Q.S. Al-A’raf: 201)

Adapun orang yang hatinya sakit, dia selalu mengikuti keburukan dengan keburukan juga. Al-Hasan Al-Bashri rahimatulullah mengatakan, ”Itu adalah dosa di atas dosa sehingga membuat hati menjadi buta, lalu mati.” Sementara hati yang sehat selalu mengikuti keburukan dengan kebaikan dan mengikuti dosa dengan taubat.

Tidak merasa sakit (tidak merasa tersiksa) dengan kebodohannya (ketidak tahuannya) akan kebenaran. Berbeda dengan hati yang sehat, yang akan merasa sakit dengan datang syubhat (ketidak-jelasan) pada dirinya

Hati yang sakit meninggalkan makanan yang bermanfaat dan memilih racun yang berbahaya Seperti keengganan sebagian besar orang untuk mendengarkan Al-Quran yang dikabarkan oleh Allah SWT di dalam firman Yang Bermaksud;

“Dan Kami turunkan dari Al-Quran (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Quran itu) hanya akan menambah kerugian.” (Q.S. Al-Isra’: 82)

Mereka lebih mendengarkan lagu-lagu yang menimbulkan kemunafikan di dalam hati, membangkitkan birahi dan mengandung kekufuran kepada Allah Ta’ala. Seseorang mengerjakan perbuatan maksiat karena kecintaannya pada apa yang dibenci oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Keberanian berbuat maksiat adalah buah dari penyakit yang bersarang di dalam hati dan boleh menyebabkan  penyakit yang ada di dalam hati tersebut menjadi parah.

Hati yang sakit cinta pada dunia, senang tinggal di dunia, tidak merasa asing di dunia, dan tidak merasa rindu kepada akhirat.

Allah SWT. Berfirman Yang Bermaksud;
“Bahkan kalian lebih mengutamakan kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” (Q.S Al-A’laa: 16-17)

Ia tidak pernah mengharapkan akhirat dan tidak berusaha untuk menyiapkan bekalan menuju ke alam kekal abadi. Ia sibuk dengan dunia dan waktunya dihabiskan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat bahkan untuk hal-hal yang haram.

Cinta kan dunia akan mendapat dunia, cinta kan akhirat dunia akan datang… Editor : Mib